GORUT, MATAGORONTALO.Com – Sedih tak berujung datang dari seorang politis muda yang juga sebagai ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Dheninda Chaerunnisa.
Kesedihan yang begitu mendalam yang dirasakan oleh salah satu kader itu setelah dirinya merasa kehilangan sosok panutan polisi senior andalan Gorontalo usai menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Brawijaya Tebrt Jakarta Selatan, pukul 03:20 WIB.
Kepergian Rachmat Gobel Anggota Komisi VI DPR – RI Dapil Gorontalo tak hanya saja menjadi kabar duka untuk warga Gorontalo, melainkan kesedihan serius bagi rakyat di tanah air, khusunya di Kabuparen Gorontalo Utara.
“Beliau dikenal sebagai tokoh dermawan yang meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Tentu kesedihan ini tak berujung bagi kami selaku kader,” ungkap Dheninda sambil melinang air mata.
Setelah mendengarkan kabar duka itu, Politisi muda yang sering disapa “Kaka Dini” oleh sang panutan RG, merasa terpukul dan mengaku masih tidak menyangka dengan kepergian sosok sang andalan Partai NasDem di Bumi Gorontalo.
Tak hanya itu, kepergian tokoh publik seperti almarhum Rachmat Gobel memicu gelombang duka yang mendalam bagi para kader partai dan relawan. Rachmat Gobel menurutnya, adalah sosok politisi yang sangat humanis dan humble, serta rendah hati dan dekat dengan siapa saja.
“Kesedihan saya tak habis – habisan. Tentu kami selaku kader mengaku sangat terpukul atas kehilangannya. Beliau dikenal sangat dekat dengan akar rumput, sehingga kehilangannya meninggalkan kekosongan emosional yang besar bagi seluruh elemen organisasi,” ujar Dehinda masih dengan nada sedih dan gemetar.

Kata Dheninda, dirinya tidak hanya penerus kerajaan bisnis keluarga Gobel, tetapi juga tokoh Nasional yang berhasil memajukan Daerah Gorontalo dan mensejahterakan masyarakat hingga di pelosok – pelosok.
“Beliau bukan saja sekadar rekan partai atau pimpinan, melainkan sosok guru yang menjadi cermin bagi perjalanan karier politik kami di Gorontalo, khusunya di Gorntalo Utara,” tambahnya.
Dirinya menyampaikan kesan mendalamnya, meskipun dengan fisik yang lemas, sambil melinang air yang membasahi kedua kelopak matanya saat mengenang kepergian sosok inspiratif andalan Gorontalo itu.
“Menurut saya kepergian kaka RG menjadi kehilangan besar bagi kancah perpolitikan dan masyarakat Gorontalo. Apalagi selama mengabdikan diri sebagai wakil rakyat di tingkat nasional, beliau selalu memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan Provinsi Gorontalo,” tandasnya.(S)









