Warga Dusun Upo Desak Pemda dan Aleg Turun Tangan: Jembatan Penghubung, Antara Janji dan Bahaya Nyata Menanti

Kondisi Jembatan penghubung di Dusun Upo, Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek rusak parah. (dok. ist).

MataGorontalo, (Gorontalo Utara) – Potret sebuah jembatan kayu di Dusun Upo, Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara yang kini menjadi saksi bisu perjuangan warga. Lebih dari sekadar penghubung, jembatan ini adalah simbol harapan yang kian meredup di tengah ancaman bahaya.

Kondisi jembatan yang memprihatinkan memaksa warga, termasuk para guru dan siswa harus mempertaruhkan nyawa setiap kali melintasinya. Papan-papan sudah lapuk dan bergeser, lubang-lubang yang terus menganga menjadi jebakan yang siap mengintai dan menjebak korbannya, terutama saat air pasang melanda.

“Kami sudah berteriak berkali-kali, tapi yang datang hanya janji kosong,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Kisah seorang guru yang pernah terjatuh dari jembatan ini menambah daftar panjang kekhawatiran. Padahal, jembatan ini adalah akses vital menuju sekolah dan pusat kegiatan sehari-hari warga setempat.

Sempat ada angin segar ketika pemerintah dikabarkan akan melakukan perbaikan. Namun, lagi-lagi, harapan itu kandas. Progres terhenti tanpa ada penjelasan, meninggalkan warga dalam ketidakpastian.

 

Papan jembatan sudah lapuk, bergeser dan berlubang.

 

Warga bersama dengan tenaga pendidik serta beberapa tokoh masyarakat di Dusun Upo kini mendesak pemerintah daerah (Pemda) dan anggota legislatif (Aleg) di dapil setempat untuk segera turun tangan memberikan solusi dan tindakan nyata. Mereka berharap, keselamatan warga tidak lagi dikorbankan demi alasan birokrasi.

“Kami hanya ingin jembatan yang layak, bukan janji yang melayang,” tegas seorang guru dengan nada getir yang enggan disebut namanya.

Masyarakat berharap, semua pihak terkait segera bertindak sebelum tragedi yang lebih besar terjadi. Janji politik seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi alat untuk meraih kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *