GORUT, Matagorontalo.com – Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kwandang akan terus menggalakan remaja putri sehat dan bebas anemia melalui gagasan program inovasi ‘AKU SETIA’.
Kepala Puskesmas Kwandang dr. Alinda Sahrudin mengatakan, Inovasi ‘AKU SETIA’ adalah program yan di gagas oleh Puskesmas Kwandang yang berfokus pada pencegahan anemia pada remaja putri melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD) satu minggu sekali.
“Jadi program inovasi ‘AKU SETIA’ ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang dan mencegah stunting di masa depan, khususnya yang ada di daerah kita,” ungkap dr. Alinda kepada awak media baru – baru ini.
Untuk mencegah stunting dan menurunkan angka kematian akibat anemia pada wanita, kata Alinda, UPTD Puskesmas Kwandang bersama Dinas Kesehatan Gorut, berkomitmen melakukan upaya promotif dan preventif dengan mempersiapkan generasi penerus yang sehat, unggul dan berdaya saing.
“Alhamdulillah melalui aksi ini Bapak Bupati Gorontalo Utara mendukung inovasi – inovasi, khususnya dibidang kesehatan. Karena aksi ini difokuskan pada kegiatan pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri sebagai langkah preventif,” jelasnya.
Alinda menjelaskan, bahwa anemia atau kurang darah merupakan masalah kesehatan pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi. Menurut dia, kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi belajar di sekolah, masalah kesehatan pada ibu hamil, seperti melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau stunting bahkan penyebab kematian akibat perdarahan.
“Karena tablet ini mengandung zat besi dan asam folat yang sangat penting untuk pembentukan sel darah merah yang sehat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara (Gorut) dr. Fenti R Sagaf menyampaikan bahwa inovasi terbaik yang digagas oleh UPTD Puskesmas Kwandang ini, dinilai mampu menjawab tantangan kesehatan spesifik di wilayah masing – masing, khususnya diwilayah Kecamatan Kwandang.
“Tentunya sinergitas antara pihak sekolah dan tim kerja Puskesmas Kwandang, dibawah dukungan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah, maka lahirlah inovasi ‘AKU SETIA’ sejak tahun 2023 dan dikembangkan di akhir tahun 2025 hingga sekarang,” tambahnya..
Iapun memastikan tata cara serta aturan minum tablet tambah darah yang dianjurkan, sudah sesuai dengan pedoman oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Mulai dari dosis pencegahan 1 tablet setiap minggu sepanjang tahun, kemudian saat menstruasi 1 tablet setiap hari selama masa haid berlangsung.
“Untuk hasil yang optimal, TTD disarankan untuk diminum dengan air putih dan menghindari konsumsi bersamaan dengan teh, kopi, atau susu yang dapat menghambat penyerapan gizi,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya menganjurkan untuk terus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Seperti daging, ikan, dan telur, serta buah – buahan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi didalam tubuh.
“Selain mengkonsumsi, remaja putri juga dihimbau untuk menjaga pola makan bergizi seimbang. Karena mulai dari keselamatan ibu hamil pencegahan stunting sejak dini, hingga remaja putri sangat dianjurkan untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah ini,” terangnya.
Diharapkan kesadaran baik remaja putri, orang tua dan para guru untuk mendorong kepatuhan konsumsi TTD semakin meningkat. Dengan tubuh yang bebas anemia, diharapkan akan lahir generasi muda yang lebih produktif, sehat, dan terbebas dari ancaman stunting dan angka kematian akibat anemia pada wanita bisa teratasi.
“Apalagi ini soal kesehatan. Karena kesehatan sebagai satu bidang yang bersifat fundamental dalam pembangunan dan kemakmuran rakyat dan negara, banyak menggagas berbagai ide inovasi yang brilian,” tutup dr. Fenti R Sagaf.(S)













