GORUT, Matagorontalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo Kombes Pol Maruly Pardede, SH., SIK., MH mengatakan, mahasiswa memiliki peran strategis penting dalam menangkalpenyebaran paham radikal dan intoleransi di lingkungan kampus.
Kata dia, sebagai kaum intelektual dan agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi filter pertama terhadap masuknya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
“Mahasiswa harus aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang positif, memperkuat diskusi ilmiah, serta menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan antar suku,” ungkap Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Maruly Pardede kepada awak media, Rabu (12/08/2026).
Sebagai Aparat apenegak Hukum (APH) dirinya mengingatkan, bahaya radikalisme yang nyata sudah terjadi di lingkungan pendidikan, seperti kasus ledakan bom di MAN 3 Padang dan kasus penembakan oleh siswa di salah satu sekolah di Thailand.
“Jadi jangan mudah terprovokasi dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial,” tegasnya.
Tentunya kedua peristiwa tersebut tambah dia, menjadi pelajaran penting bahwa paham radikal dapat masuk kapan saja jika tidak ada benteng ideologi yang kuat.
Melalui kegiatan ini, Polda Gorontalo berharap mahasiswa UNG dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, serta mewujudkan kampus yang aman, damai, dan berwawasan kebangsaan.
“Jangan sampai kampus menjadi tempat berkembangnya paham yang bertentangan dengan Pancasila. Mari bersama-sama kita jaga kampus ini dengan mempererat toleransi, cinta tanah air, dan literasi digital agar tidak mudah terpapar propaganda negatif di dunia maya,” tandasnya.(man)












