GORUT, Matagorontalo.com – Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) ditetapkan sebagai Lokus Daerah Rawan Bencana. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Sosialisasi Daerah Krisis Kesehatan yang Diakibatkan Oleh Bencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu, SKM.,M.Kes. Camat Tomilito, Kepala Puskesmas Dambalo, Unsur TNI, Kepala Desa, kader kesehatan
yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Tomilito, Kamis (15/10/2026).
Sebagaimana disampaikan Camat Tomilito Rafiq Rahmola, penetapan Kecamatan Tomilito sebagai Lokus Daerah Rawan Bencana adalah keputusan yang sangat tepat dan harus disikapi dengan kesiapsiagaan bersama.
“Kami Pemerintah Kecamatan Tomilito masyarakat menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Memang benar, Tomilito adalah wilayah pesisir yang rawan bencana, baik dimusim kemarau maupun di musim hujan yang damfaknya sangat besar,” ungkap Camat Tomilito.
Ia menegaskan, pihaknya siap menggerakkan seluruh pemerintah desa untuk bersinergi dengan Puskesmas Dambalo.
“Kami akan instruksikan kepada seluruh kepala desa masing – masing dan aktif berkoordinasi dengan puskesmas dambalo. Kesehatan masyarakat adalah prioritas kami saat bencana terjadi,” tegas Camat Tomilito.
Disisi lain peran aktif dan komitmen Puskesmas Dambalo sangat dibutuhkan.
Di tempat yang sama Kepala Puskesmas Dambalo, Bd. Yuliana Misar, ST., Keb menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
“Kami dari Puskesmas Dambalo sangat berterima kasih kepada Kabid Kesmas Dinkes P2KB Provinsi yang telah memilih Kecamatan Tomilito sebagai Lokus. Ini adalah amanah besar bagi kami,” ujar Bd. Yuliana Misar.
Ia mengatakan, Puskesmas Dambalo sebagai garda terdepan di wilayah pesisir siap siaga 24 jam dalam menghadapi potensi krisis kesehatan akibat bencana.
“Setiap bencana pasti menimbulkan krisis kesehatan. Kami di Puskesmas Dambalo berkomitmen untuk siaga 24 jam. Kami sudah menyiapkan tim gerak cepat dan sistem lapor cepat bersama kader. Saya mengajak masyarakat untuk tidak panik dan mulai menyiapkan kesiapsiagaan keluarga,” tandasnya.(MG-01)
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu, SKM.,M.Kes., mengapresiasi sinergi antara Camat Tomilito dan Pihak Puskesmas Dambalo.
“Ini yang kami harapkan. Ketika Camat dan Kapus sudah kompak dan saling mendukung, maka masyarakat akan menjadi tangguh. Tujuan kami menetapkan Tomilito sebagai Lokus adalah agar daerah ini menjadi percontohan kecamatan pesisir yang siaga krisis kesehatan akibat bencana,” ujar Syafiin S. Napu.
Ia menegaskan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo akan terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas bagi tenaga kesehatan dan masyarakat di daerah rawan bencana.
“Krisis kesehatan akibat bencana harus kita cegah dampaknya. Dengan edukasi ini kami ingin masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana. Lapor cepat, tanggap, dan siaga adalah kuncinya,” tandasnya.(MG-01)












